Empat hal yang dicatat malaikat di Lauhil Mahfudz

Meta Data Kajian

Catatan Kajian

Hadits Pertama

Dari Abu ‘Abdir-Rahman ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Nabi ﷺ menuturkan kepada kami, dan beliau adalah ash-Shadiqul Mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya), beliau bersabda,

”Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. Maka demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya”. [Diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim]

Referensi : https://almanhaj.or.id/12017-proses-penciptaan-manusia-dan-ditetapkannya-amalan-hamba.html

  • Bahwa Nabi ﷺ diakui seorang yang jujur dan dipercaya oleh para sahabat dan orang-orang sekitar

Faedah Hadtis

  1. Semua sudah dicatat oleh Allah ﷻ melalui maikat-Nya di Lauhil Mahfudz
    1. Rezeki
    2. Ajalnya
    3. Amalnya; apakah baik/buruk dan seberapa luas
    4. Celaka / bahagianya; apa yang terjadi di akhir hidupnya
  2. Orang yang mengimani dengan benar akan tenang dan fokus menjalani perintah Allah ﷻ dan menjauhi larangan-Nya sesuai potensi masing-masing