Empat Pagar Sabar di Tengah Kenikmatan

Meta Data Kajian

Catatan Kajian

Doa orangtua adalah kunci

Empat pagar sabar di tengah kenikmatan

  1. Karena dalam hidup hanya ada dua kemungkinan yang dihadapi;
    1. Sesuai dengan keinginan
    2. Tidak sesuai dengan keinginan
  2. Poin 1 lebih diperlukan untuk sabar, karena
    1. Agar kita tidak ketergantungan (hati), terkecoh, tidak tenggelam dalam euforia
    2. Agar kita tidak berlebihan disaat kita mampu untuk itu. Karena sesuatu yang baik jika berlebihan akan menjadi buruk / penyakit. Misal dalam makan / scrolling dan screentime. Hal yang bermanfaat akan bermanfaat jika sesuai dosis.
    3. Agar kita tidak lupa di setiap nikmat ada hak Allah ﷻ . Manusia sering lupa dalam harta nya ada zakat,
    4. Agar kita tidak digunakan kedalam hal yang haram. Jangan lepaskan nafsu kita untuk melakukan semua yang dia inginkan. Tidak ada yang bisa lari kecuali orang siddiqin (yang membenarkan firman Allah ﷻ , level di bawah para Nabi). Manusia bisa sabar (baik itu muslim/kafir) ketika terkena musibah tetapi hanya orang siddiqin yang mampu bersabar dalam kenikmatan.

Keterangan para sahabat

  1. Abdurrahman bin Auf (satu dari 10 sahabat yang dijamin masuk surga) memberi keterangan "Kami diuji dengan musibah dan hal yang tidak nyaman mak akami berhasil menanggapinya dengan sabar, dan kami diuji dengan kenyamanan dan kesenangan dan kami tidak bersabar". Merupakan bentuk ke-tawadhu'an beliau yang menunjukkan sabar dalam kenikmatan sangat sulit.

Sesi Tanya Jawab

Mana yang lebih baik menikah atau merawat ibu sampai akhir hayat.

  1. Kerangka ilmiah yang baik adalah, lebih baik menggabungkan dua dalil (kebaikan).
  2. Jangan kecilkan ke-Maha Kuasaan Allah ﷻ . Jika kita jujur Allah ﷻ akan wujudkan cita-cita kita. Kita melihat ke-Maha Kuasaan Allah ﷻ setiap hari, seperti berbagai makanan dari berbagai sumber bisa bertemu di satu piring yang sama.
  3. Dasar pernikahan adalah kebutuhan. Untuk konteks penanya maka jangan cari pasangan yang beda daerah.
  4. Minta kepada Allah ﷻ , maka Allah ﷻ akan kabulkan.
  5. Berbuat baik kepada orangtua adalah keutamaan luar biasa.

QS. Al:Isra' 17:23

۞ وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik."

Apakah mutlak hidayah anak adalah kenikmatan orangtua

  1. Orang tua yang punya fitrah (walaupun belum shaleh) yang benar merupakan suatu kenikmatan ketika anaknya mendapat hidayah.
  2. Misalnya pada kasus Abu Thalib.

Niat kaya untuk melatih kesabaran

  1. Jadikan kekayaan untuk mengamalkan ibadah berkaitan dengan harta. Nabi ﷺ bersabda harta diturunkan oleh Allah ﷻ untuk menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Niakan untuk mengamalkan sabda Nabi ﷺ , "sebaik-baik harta halal di tangan orang shaleh."
  2. Manusia akan diuji dalam claim yang diucapkannya.

QS. Al:'Ankabut 29:2

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ

Artinya: "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?"

  1. Hati-hati bahwa sabar dalam kekayaan tidak mudah.
  2. Sunatullah pengikut para Nabi adalah pada kaum bawah, seperti perbincangan antara Heraclius dengan Abu Sufyan

Wanita dijodohkan orangtua yang bukan diinginkan

  1. Dijelaskan para ulama tidak diperbolehkan memaksakan anak perempuannya menikah. Nabi ﷺ bersabda "Dan gadis tidak boleh dinikahkan, sampai ia diberikan izitn"