Istri yang selingkuh, suami yang dicerai

Meta Data Kajian

Catatan Kajian

Berikut adalah rangkuman dari kajian tanya jawab Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri yang membahas berbagai problematika hidup, mulai dari menjaga rasa takut kepada Allah hingga masalah rumah tangga dan pernikahan:

Poin-Poin Bahasan Utama

1. Menjaga Rasa Takut dan Penyesalan dalam Berhijrah [15:45] Sering kali di awal hijrah seseorang merasa sangat takut berbuat dosa, namun seiring waktu perasaan itu memudar karena ibadah dianggap rutinitas. Kuncinya adalah senantiasa melakukan muhasabatun nafs (introspeksi diri) secara rutin.

2. Bahaya Tidak Berdoa kepada Allah [22:12] Doa bukan sekadar permintaan, melainkan bentuk penghambaan. Orang yang tidak mau berdoa justru melakukan dosa besar karena ia menunjukkan kesombongan di hadapan Allah dan mengundang murka-Nya.

3. Sabar dalam Ketaatan vs Menjauhi Maksiat [27:33] Secara umum, sabar dalam ketaatan lebih tinggi derajatnya, namun tiap orang unik. Untuk bisa sabar menjauhi maksiat, salah satu strategi utamanya adalah memutus akses menuju maksiat tersebut, seperti menjaga jarak dari lingkungan yang buruk.

4. Istri Selingkuh dan Faktor Ekonomi [34:01] Perceraian sering kali dikaitkan dengan ekonomi, namun wanita yang salehah tidak akan menggadaikan kehormatannya (berselingkuh) hanya karena materi. Suami perlu mengevaluasi diri: apakah sudah memilih pasangan yang tepat, mendidik istri, dan memenuhi kebutuhan batin/jiwanya.

5. Mencari Pasangan yang Bisa Membimbing [41:52] Mendambakan suami yang bisa membimbing adalah kebutuhan primer wanita, namun harus tetap realistis. Sosok pemimpin yang berkualitas sangat sedikit jumlahnya. Untuk mendapatkan yang berkualitas, seorang wanita juga harus meningkatkan kualitas ketakwaan dan keterampilannya sebagai istri.


Aplikasi dalam Kehidupan

  1. Evaluasi Rutinitas Ibadah: Jangan biarkan salat atau zikir hanya menjadi gerakan tanpa ruh. Berikan waktu khusus untuk "berbicara" dengan hati sebelum dan sesudah ibadah.

  2. Jangan Takut Berdoa: Berdoa tidak akan memperberat ujian, justru doa adalah pelindung agar saat ujian datang, Allah menolong kita. Tidak berdoa justru mengundang murka Allah.

  3. Seleksi Lingkungan Secara Ketat: Jika merasa iman menurun, segera cek lingkungan pergaulan. Jika lingkungan tersebut memicu dosa, segera ambil jarak namun tetap jaga silaturahmi secara proporsional.

  4. Memperbaiki Diri Sebelum Menuntut: Jika menginginkan pasangan yang ideal dan bisa membimbing, pastikan kita sudah menjadi "murid" yang layak dibimbing dengan menjaga ketaatan dan memperbaiki akhlak diri sendiri.

  5. Penuhi Hak Batin Pasangan: Dalam rumah tangga, jangan hanya fokus pada materi. Perhatikan kebutuhan hati dan jiwa pasangan, karena sering kali pengkhianatan dimulai dari kekosongan jiwa, bukan sekadar kekosongan saku.