Lalai Ibadah Sunnah, harus bagaimana
Meta Data Kajian
- Pemateri: Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc
- Materi: Riyadush Shalihin
- Sub Materi: BAB 50 | Al-Khauf (rasa takut kepada Allah)
- Tanggal: 2025-12-20T00:00:00.000+07:00
- Link Kajian: https://www.youtube.com/watch?v=duGj7-HLPyo
Catatan Kajian
Berikut adalah rangkuman dari kajian tanya jawab Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri yang membahas tentang kelalaian dalam ibadah sunnah, cara menjaga semangat ibadah, serta problematika pertemanan:
1. Lalai Ibadah Sunnah: Apakah Tanda Kurang Cinta Rasulullah? [04:35]
Melalaikan ibadah sunnah (seperti salat rawatib, duha, atau puasa sunnah) namun tetap menjaga ibadah wajib dengan sempurna tidak serta merta berarti seseorang tidak mencintai Rasulullah SAW.
- Referensi: Hadits Riwayat Bukhari & Muslim tentang seorang Arab Badwi (A'rabi) yang bersumpah hanya akan mengerjakan yang wajib dan tidak akan mengerjakan yang sunnah sama sekali. Rasulullah SAW bersabda: "Dia akan beruntung jika jujur (dengan ucapannya)" atau "Dia akan masuk surga jika jujur" [11:54].
2. Fungsi Utama Ibadah Sunnah: Penyempurna Kekurangan [13:26]
Meskipun mencukupkan diri dengan yang wajib bisa membawa ke surga, ibadah sunnah sangat dibutuhkan karena fungsinya sebagai penyempurna ibadah wajib yang sering kali tidak maksimal atau kurang khusyuk.
- Referensi: Hadits Riwayat Abu Daud bahwa amal pertama yang dihisab adalah salat. Jika salat wajib seseorang kurang sempurna, Allah memerintahkan malaikat untuk melihat apakah hamba tersebut memiliki amalan sunnah untuk menyempurnakan kekurangannya [15:24].
- Fungsi amalan sunnah & jangan khianati saudara
3. Motivasi Beribadah: Menghindari Penyesalan di Akhir Hayat [23:06]
Penyesalan terbesar manusia saat kematian datang adalah karena telah melalaikan amal saleh. Keinginan mereka untuk hidup kembali bukan untuk urusan duniawi, melainkan untuk mengerjakan amal saleh yang ditinggalkan.
- Referensi: QS. Al-Mu'minun: 99-100 ("Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan") [23:34].
4. Mengatasi Kantuk Saat Ibadah Pagi [25:53]
Jika sering merasa sangat mengantuk saat zikir pagi, evaluasilah dua hal:
-
Masalah Hati: Perbanyak istigfar dan tobat, mungkin ada maksiat yang menghalangi kelezatan ibadah.
-
Masalah Teknis: Pastikan waktu tidur cukup dan teratur. Rasulullah SAW biasanya tidur setelah Isya agar kuat beribadah di sepertiga malam terakhir dan pagi hari [26:57].
5. Pertemanan di Jalan Allah yang Berat Sebelah [29:28]
Mencintai seseorang karena Allah tetap bisa disebut pertemanan di jalan Allah meski hanya satu pihak yang berusaha. Namun, dalam bersosialisasi, kita harus bersikap proporsional (sesuai porsi).
-
Prinsip: Tetaplah baik kepada semua orang, namun untuk pertemanan karib/dekat, kita harus selektif. Kita butuh sahabat yang level iman dan takwanya tinggi agar kualitas iman kita ikut ter-upgrade [32:48].
-
Referensi: Hadits Nabi SAW: "Seseorang itu berada di atas agama sahabat dekatnya, maka perhatikanlah dengan siapa kalian bersahabat" [36:21].
Aplikasi dalam Kehidupan
-
Prioritas Ibadah: Jangan meremehkan yang wajib, namun jadikan ibadah sunnah sebagai "asuransi" atau cadangan untuk menutupi kekurangan ibadah wajib kita yang penuh gangguan (seperti pikiran ke HP/WA saat salat) [18:42].
-
Manajemen Waktu: Atur waktu tidur agar bisa optimal dalam zikir pagi dan mendapatkan keberkahan di awal hari.
-
Selektivitas Pertemanan: Jangan habiskan seluruh energi untuk pertemanan yang tidak membangun iman. Cari dan perjuangkan hubungan dengan orang-orang saleh yang bisa menarik kita menuju kebaikan yang lebih tinggi, meskipun untuk mendekati mereka butuh usaha ekstra [33:33].