Lalai Ibadah Sunnah, harus bagaimana

Meta Data Kajian

Catatan Kajian

Berikut adalah rangkuman dari kajian tanya jawab Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri yang membahas tentang kelalaian dalam ibadah sunnah, cara menjaga semangat ibadah, serta problematika pertemanan:

Melalaikan ibadah sunnah (seperti salat rawatib, duha, atau puasa sunnah) namun tetap menjaga ibadah wajib dengan sempurna tidak serta merta berarti seseorang tidak mencintai Rasulullah SAW.

Meskipun mencukupkan diri dengan yang wajib bisa membawa ke surga, ibadah sunnah sangat dibutuhkan karena fungsinya sebagai penyempurna ibadah wajib yang sering kali tidak maksimal atau kurang khusyuk.

Penyesalan terbesar manusia saat kematian datang adalah karena telah melalaikan amal saleh. Keinginan mereka untuk hidup kembali bukan untuk urusan duniawi, melainkan untuk mengerjakan amal saleh yang ditinggalkan.

Jika sering merasa sangat mengantuk saat zikir pagi, evaluasilah dua hal:

  1. Masalah Hati: Perbanyak istigfar dan tobat, mungkin ada maksiat yang menghalangi kelezatan ibadah.

  2. Masalah Teknis: Pastikan waktu tidur cukup dan teratur. Rasulullah SAW biasanya tidur setelah Isya agar kuat beribadah di sepertiga malam terakhir dan pagi hari [26:57].

Mencintai seseorang karena Allah tetap bisa disebut pertemanan di jalan Allah meski hanya satu pihak yang berusaha. Namun, dalam bersosialisasi, kita harus bersikap proporsional (sesuai porsi).


Aplikasi dalam Kehidupan

  1. Prioritas Ibadah: Jangan meremehkan yang wajib, namun jadikan ibadah sunnah sebagai "asuransi" atau cadangan untuk menutupi kekurangan ibadah wajib kita yang penuh gangguan (seperti pikiran ke HP/WA saat salat) [18:42].

  2. Manajemen Waktu: Atur waktu tidur agar bisa optimal dalam zikir pagi dan mendapatkan keberkahan di awal hari.

  3. Selektivitas Pertemanan: Jangan habiskan seluruh energi untuk pertemanan yang tidak membangun iman. Cari dan perjuangkan hubungan dengan orang-orang saleh yang bisa menarik kita menuju kebaikan yang lebih tinggi, meskipun untuk mendekati mereka butuh usaha ekstra [33:33].