Mahluk Perasa

Meta Data Kajian

Catatan Kajian

Banyak keputusan besar tidak lahir dari logika

Perasaan (seringkali) lebih kuat dari logika

QS. Al:Hajj 22:46

اَفَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَتَكُوْنَ لَهُمْ قُلُوْبٌ يَّعْقِلُوْنَ بِهَآ اَوْ اٰذَانٌ يَّسْمَعُوْنَ بِهَاۚ فَاِنَّهَا لَا تَعْمَى الْاَبْصَارُ وَلٰكِنْ تَعْمَى الْقُلُوْبُ الَّتِيْ فِى الصُّدُوْرِ

Artinya: "Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada. "

Kesedihan bukan tanda lemahnya iman

  1. Saat Nabi Yakub kehilangan Nabi Yusuf, ia menangis sampai matanya memutih (tidak bisa melihat kebahagiaan lain; psikologis; changes blindes)

QS. Yusuf 12:84

وَتَوَلّٰى عَنْهُمْ وَقَالَ يٰٓاَسَفٰى عَلٰى يُوْسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنٰهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيْمٌ

Artinya: "Dan dia (Yakub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, “Aduhai dukacitaku terhadap Yusuf,” dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. Dia diam menahan amarah (terhadap anak-anaknya)."

  1. Kesedihan bukan berarti lemah melainkan tanda hati yang hidup.
  2. Menghukum diri saat berdo'a kepada Allah ﷻ , boleh banget nangis
  3. Saat Nabi ﷺ kehilangan anaknya juga beliau berkata;
    1. "Mata ini menangis dan hati bersedih ... "
    2. Beliau tidak denial, melainkan mengelola rasa.
    3. Rasa kongruen dengan perilaku kita
  4. Jangan menyangkal perasaan, melainkan ceritakan kepada Allah ﷻ dan jika perlu kepada yang ahli

Perasaan itu sinyal, bukan musuh

  1. Banyak yang bermusuhan dengan emosinya, padahal emosi adalah pesan dari dalam diri
  2. Perasaan yang muncul seringkali tidak bisa dikontrol, tapi sikap setelah nya sangat bisa dikontrol
  3. Nabi ﷺ pun benci kepada orang yang membunuh.
  4. Bukan membunuh perasaan, melainkan menyiapkan sikap dari alarm yang muncu.
  5. Sinyal apa, yaitu dasar
    1. Sedih, kesenjangan antara keinginan dan kenyataan
    2. Takut, pikiran berlebihan tentang masa depan
    3. Marah, perlakuan yang tidak adil dan tidak setara
    4. Jijik, nilai diri yang terekspresi ketika melihat hal kebalikan
    5. Senang, ambang batas rasa - sejati vs ilusi
  6. Pendekatan untuk solusinya
    1. Sedih -> lagi ingin apa? ayo naikin kenyataan. Dan mereka akan rapuh dan cenderung
    2. Takut -> ajak here and now, posisi terlalu jauh di masa depan, sekarang bisa persiapan apa?
    3. Marah -> kamu maunya diperlakukan gimana? adil menurut kamu gimana?
    4. Jijik -> menunjukkan nilai diri kita. maka untuk menunjukkan value jujurlah menunjukkan ketidaksukaan kita
    5. Senang ->
      1. Senang sejati; kita melakukan usaha menghasilkan karya; mendapat apresiasi dari hasil memberi pengajaran / kajian; Doing something atau making contribution
      2. Senang ilusi; kita tidak melakukan usaha tapi kita senang / ketawa; sering diiringi kehampaan;
  7. Semua sinyal perasaan membuka peluang untuk kita tumbuh
  8. Emosi kita sehari-hari pun kompleks tidak hanya 1 perasaan dasar

Kesalahan besar manusia

  1. Menyangkal perasaan; "Ah itu cuma perasaan". Bukti kita mencintai seseorang adalah kita punya program untuk menumbuhkannya dan terlihat dengan membandingkan apa yang diberikan dari orang tuanya; misalnya menyekolahkan S-2, membuat glowing. Jangan treatment apa adanya, ulik perasaannya.
  2. Dikuasai perasaan; marah-> bicara kasar
  3. Tidak memahami perasaan; banyak orang merasa sesuatu tapi tidak tahu apa yang ia rasakan

Islam memetakan perasaan

  1. Islam mengajarkan kita untuk merawat perasaan dengan Iman

QS. Ar:Ra'd 13:28

الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

  1. Qalbu jadi kata kunci

Macam kondisi Qalbu

  1. Qalbun Salim; hati yang sehat

QS. Asy:Syu'ara' 26:88

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ

Artinya: "(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,"

QS. Asy:Syu'ara' 26:89

اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ۗ

Artinya: "kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,"

  1. Qalbun Maridh; hati yang sakit
    1. kadang ingin taat tapi juga kuat dorongan maksiat
    2. kadang lembut tapi keras

QS. Al:Baqarah 2:10

فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢ ەۙ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ

Artinya: "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta."

  1. Qalbun Mayyit; hati yang mati
    1. Cirinya; tidak merasa bersalah, tidak tersentuh nasihat, tidak bersyukur, tidak peduli dengan kebenaran.
      1. Seperti saat Nabi Sueb di Madyan

QS. Al:Baqarah 2:74

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً ۗ وَاِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْاَنْهٰرُ ۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاۤءُ ۗوَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗوَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ

Artinya: "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."