Menghadapi Ayah yang Menyakiti Ibu

Meta Data Kajian

Catatan Kajian

Bagaimana agar tidak mudah jatuh ke dalam maksiat

  1. Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, tetapi yang terbaik adalah yang senantiasa bertaubat
  2. Banyak dzikir kepada Allah ﷻ
  3. Mengamalkan kajian di Melatih sabar & Pola Hidup Muslim tidak Normal

Latih agar melemahkan hawa nafsu

  1. Ketika pulang kajian beli bebek goreng hawa nafsu bilang kita untuk nambah, maka kita lemahkan untuk cukup. Adapun jika ingin membantu pedagang beli dan kasih ke orang
  2. Ketika sedekah kita perang batin antara ngasih atau ga ngasih, antara ngasih 50 ribu atau 100 ribu. Maka lemahkan hawa nafsu kita yang selalu ingin mengumpulkan harta dunia.
  3. Teladani kehidupan Nabi ﷺ , manusia paling bersabar, beliau menguatkan kesabaran dalam menjalani kegiatan tiap hari. Ketika tidak ada makanan di dapur Nabi ﷺ berpuasa (hadits Aisyah), tidak menuruti hawa nafsunya untuk mencari jalan singkat mengikuti nafsu nya dengan misalnya meminta ke sahabat lain walaupu beliau bisa.
  4. Ketika kita hilang sendal, lemahkan nafsu untuk melaknat
  5. Ketika suami naroh handuk sembarangan, gausah dimarahin sampe dikontenin, ditahan.
  6. Ketika ada event pre-loved seberapa mudah / lancar kita memilih baju untuk disumbangkan. Kadang malah kita coba dan terlihat keren lalu ga jadi dikasih padahal besoknya pun ga dipake. Inilah pergulatan hawa nafsu.
  7. Ketika bisa sabar di level lemah kita akan terlatih untuk menghadapi sabar di level tinggi
  8. Terbukti kesabaran Nabi Yusuf As bisa sabar di level tinggi ketika digoda oleh istri Al-Aziz karena beliau punya track record sabar sebelumnya.

Apakah kengerian di hari kiamat (dalam QS Abasa) berlaku juga bagi orang mukmin

  1. Dari Ibnu Katsir, ini juga berlaku pada orang mukmin.
    1. Saat saudara tidak bisa bagi kebaikan terkecil
    2. Kisah Nabi Ibrahim As — Saat anak lari dari ayahnya
  2. Hari kiamat itu panjang yang dijelaskan dalam QS Abasa adalah salah satu phase dari perjalanan yang sangat panjang

Pertobatan dari Dosa Besar (Zina/Hubungan Haram)

Menghadapi Ayah yang Menyakiti Ibu (Kekerasan Rumah Tangga)

Ini adalah pertanyaan utama yang menjadi judul kajian dan mendapatkan jawaban paling rinci:

Untuk Anak (Penanya):

QS. Al:Anfal 8:72

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْٓا اُولٰۤىِٕكَ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يُهَاجِرُوْا مَا لَكُمْ مِّنْ وَّلَايَتِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ حَتّٰى يُهَاجِرُوْاۚ وَاِنِ اسْتَنْصَرُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ اِلَّا عَلٰى قَوْمٍۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَاقٌۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun bagimu melindungi mereka, sampai mereka berhijrah. (Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan."

QS. Ar:Ra'd 13:11

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

Artinya: "Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

Untuk Ibu (Istri):