Pemuda jangan pasif

Meta Data Kajian

Catatan Kajian

Ujian kista, kemoterapi, ingin merasakan ibadah lebih di bulan Ramadhan.

  1. Jangan merasa lemah!

QS. Ali 'Imran 3:139

وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Artinya: "Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang beriman."

  1. Penanya sudah tahu, jika Allah ﷻ mencintai seseorang maka Allah ﷻ akan uji.
  2. Kerinduan ingin beribadah puasa di bulan Ramadhan, bahkan sampai sedih, tidak akan sia-sia insyaaAllah
  3. Sebagian sahabat seperti Ulbah bin Zaid. tidak bisa mengikuti jihad dalam perang Tabuk, mereka menangis pulang ke rumahnya karena tidak mampu ikut karena kekurangan harta (udzur syar'i). Namun ketulusan iman Ulbah bin Zaid diterima oleh Allah ﷻ . [1]
  4. Kalaupun penanya tidak bisa berpuasa, Allah ﷻ membuka pintu sabar. Sesungguhnya Allah ﷻ memberikan pahala kepada orang yang bersabar tanpa batas.
  5. Kemenangan bersama kesabaran.

Pemuda usia 16 tahun merasa kurang produktif.

  1. Bersyukur penanya diberikan taufik punya kualitas dalam bertanya dengan adab dan mendoakan.
  2. Syaitan bisa mempermainkan untuk mengecoh manusia seolah manusia pecundang.
  3. Jaga niat kita hidup untuk apa. Innamal a'malu binniat.
  4. Banyak minta tolong kepada Allah ﷻ .
  5. Hubungi orang-orang berkualitas, misalnya di lingkungan penanya senior atau guru.
  6. Minta dilibatkan dalam kegiatan positif. Seringkali pemuda diam aja karena clueless. Dan harus jemput bola. Teladani Ali bin Abi Thalib, Arqam.
  7. Senantiasa aktif dan tidak menunda-nunda. Jika kamu berada di sore hari, janganlah menunggu pagi hari. Dan jika kamu berada di pagi hari, janganlah menunggu sore hari. Manfaatkanlah waktu sehatmu sebelum sakitmu, dan manfaatkanlah hidupmu sebelum matimu

  1. https://lppi.ump.ac.id/dari-ulbah-bin-zaid-kita-belajar-tentang-ketulusan-iman/ ↩︎