Percakapan ahli surga
Meta Data Kajian
- Pemateri: Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc
- Materi: Riyadush Shalihin
- Sub Materi: BAB 50 | Al-Khauf (rasa takut kepada Allah)
- Tanggal: 2025-12-16T00:00:00.000+07:00
- Link Kajian: https://www.youtube.com/watch?v=iiMKYKzyPzQ
Catatan Kajian
Tentu, berikut adalah rangkuman kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri yang membahas tafsir Surah At-Tur ayat 25-28
💬 Rangkuman Kajian: Percakapan Ahli Surga (Q.S. At-Tur 25–28)
Kajian ini merupakan kelanjutan dari pembahasan bab "Khauf" (Rasa Takut) dalam kitab Riyadhus Shalihin, dengan fokus pada penggambaran Allah tentang interaksi dan kenangan ahli surga.
1. Dalil Utama: Q.S. At-Tur Ayat 25–28
Ustadz membawakan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala (Q.S. At-Tur: 25-28):
| Ayat | Teks Arab | Terjemahan Singkat |
|---|---|---|
| [25] | وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ | Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain, saling bertanya-tanya. |
| [26] | قَالُوا إِنَّا كُنَّا قَبْلُ فِي أَهْلِنَا مُشْفِقِينَ | Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami, kami merasa takut akan diazab." |
| [27] | فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ | Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab api neraka. |
| [28] | إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيمُ | Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya (berdoa dan beribadah kepada-Nya). Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan dan Maha Penyayang. |
2. Poin-Poin Percakapan Ahli Surga
Ayat 25–28 menjelaskan tentang bagaimana ahli surga saling berinteraksi (saling berhadapan dan bertanya-tanya) ketika mereka sudah berada di dalam surga.
-
Lokasi Percakapan: Di Surga. Sebagian ulama (seperti Imam At-Thabari dan Al-Baghawi) menjelaskan bahwa percakapan ini terjadi di dalam surga.
-
Tema Percakapan: Mereka saling bertanya dan bercerita tentang urusan-urusan dunia yang sudah mereka lewati, terutama tentang amal dan kondisi mereka di dunia.
-
Ibnu Katsir menjelaskan: Mereka bercerita tentang amal-amal dan kondisi-kondisi mereka di dunia.
-
Ibnu Abbas mengatakan: Mereka juga menceritakan tentang masa-masa letih, capek, dan rasa takut mereka ketika di dunia.
-
-
Inti Kenangan: Mereka mengenang kembali:
-
Letihnya berjuang untuk istikamah dan beribadah.
-
Capeknya bertakwa dan menahan diri dari yang haram.
-
Sabar ketika mendapatkan musibah atau difitnah oleh sebagian pihak.
-
-
Tujuan Percakapan: Mereka saling memuji Allah (
yahmadunallaha) atas nikmat dan karunia-Nya yang telah menghilangkan rasa takut dari mereka, dan saling menanyakan bagaimana cara mencapai derajat setinggi itu.
3. Keutamaan Rasa Takut (Khauf)
Poin utama yang ditekankan ahli surga dalam percakapan mereka adalah: "Sesungguhnya kami dahulu sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami, kami merasa takut akan diazab." [Q.S. At-Tur: 26]
-
Keluarga sebagai Simbol Keamanan: Ustadz menjelaskan bahwa dalam peradaban manusia, berada di tengah-tengah keluarga seringkali menjadi simbol keamanan dan ketenangan tertinggi di dunia.
-
Takut Meskipun Aman: Ahli surga merasa takjub karena meskipun mereka berada di tengah keluarga yang aman dan nyaman, mereka tetap memiliki rasa takut kepada Allah (takut diazab, takut dihisab dengan berat).
-
Cara Menghilangkan Rasa Takut: Rasa takut di akhirat dihilangkan dengan memiliki rasa takut kepada Allah saat di dunia.
-
Dampak Takut yang Benar: Rasa takut kepada Allah bukanlah rasa takut yang membuat seseorang insecure, cemas, atau stres. Justru, rasa takut yang benar (
khauf) adalah yang membuat seseorang bahagia, karena rasa takut itu mendorongnya untuk beramal saleh (Q.S. At-Tur: 28: "...Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya").