Saat manusia kehilangan akal sehat

Meta Data Kajian

Catatan Kajian

Kondisi saat hari kebangkitan atau kiamat pertama

Mereka mabuk tapi tidak minum minuman keras

  1. Kondisi mereka dalam keadaan mabuk disebabkan rasa takut yang luar biasa
  2. Dari Imam At-Tabari beliau menjelaskan, mereka menjadi seperti orang mabuk karena takut akan adzab Allah ﷻ saat mereka benar-benar melihat dan menyaksikan bagaimana kengerian di hari tersebut dan dahsyatnya hari tersebut. Dan mereka tahu azab Allah ﷻ sangat pedih.
  3. Dari Al-Imam As-Sa'di beliau menjelaskan, rasa takut yang menghilangkan akal sehat mereka. Penuh dengan rasa ketakut-takutan, keterkejutan (shyok), panik, cemas parah.
  4. Di dunia, dalam keadaan emergeny di pesawat misalnya, manusia tetap bisa pakai akal sehat untuk menggunakan alat keselamatan.
  5. Di akhirat, keadaan sangat menakutkan sehingga hilang akal sehat manusia sehingga bingung tidak tahu arah. Sesak tidak hanya di hati tapi sampai ke tenggorokan, mata terbelalak tidak berkedip.
  6. Tidak ada kebatilan dalam Al-Quran untuk masa lalu dan belakang, bahwa kejadian guncangan yang luar biasa itu pasti terjadi.
  7. Tanamkan mimpi besar dan cita-cita agar kita selamat di hari besar tersebut.

Dalil

QS. Al:Hajj 22:1

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْۚ اِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيْمٌ

Artinya: "Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar."

QS. Al:Hajj 22:2

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ اَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكٰرٰى وَمَا هُمْ بِسُكٰرٰى وَلٰكِنَّ عَذَابَ اللّٰهِ شَدِيْدٌ

Artinya: "(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras."

QS. Fussilat 41:42

لَّا يَأْتِيْهِ الْبَاطِلُ مِنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهٖ ۗتَنْزِيْلٌ مِّنْ حَكِيْمٍ حَمِيْدٍ

Artinya: "yang) tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji."