Sabar setelah selesai beribadah

Meta Data Kajian

Catatan Kajian

Manfaatkan momentum Ramadhan untuk memberi

HR. At-Tirmidzi

Rasulullah ﷺ bersabda: "Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu." (HR. At-Tirmidzi)

Sabar sebelum beribadah

  1. Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa sabar sebelum Ibadah terdiri atas
    • Sabar dalam menyiapkan niat kita.
    • Menjauhi faktor ria.
    • Membualatkan tekad (hazm).

QS. Al:Baqarah 2:271

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya: "Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan."

  1. Kesimpulan untuk bisa beribadah dengan maksimal adalah keikhlasan dan mentalitas (tekad)

Sabar dalam beramal

  1. Bersabar dalam beramal yaitu
    1. Bersabar untuk menjauhi hal yang merusak amal
    2. Bersabar dalam keikhlasan
    3. Bersabar dalam menghadirkan hati
    4. Bersabar dalam mengingat Allah ﷻ Yang memberi perintah
  2. Contohnya;
    1. Jangan sampai lupa hakikat berpuasa; bukan tentang apa makanan saat sahur / buka (risol, gorengan, kolek dst); melainkan menyambut perintah Allah ﷻ . Bahwasanya untuk yang berpuasa ada 2 kebaikan yaitu saat ia berbuka dan saat kembali kepada Allah ﷻ ia membawa pahala puasanya.
    2. Saat shalat jangan sampai lupa kepada Allah ﷻ
Keterangan Ibnul Qayyim

Jangan sampai kita sibuk beribadah sampai kesibukan itu membuat kita lupa kepada Allah ﷻ

  1. Implementasi;
    1. Jangan meremehkan
    2. Setiap ibadah harus terus mengingat Allah ﷻ

Sabar setelah beramal

  1. Bersabar setelah beramal yaitu
    1. Bersabar dari hal yang membatalkan amal.
    2. Bersabar untuk tidak melihat kagum dan merasa besar dengan amal tersebut.
    3. Bersabar untuk menjaga amal rahasia dan keikhlasan kita.
  2. Contohnya
    1. Allah ﷻ berfirman

QS. Al:Baqarah 2:264

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًا ۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْا ۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena ria (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir."

2. Mengungkit amal yang dikerjakan. Misalnya seorang memberi pakaian kepada temannya dan berkata "tumben agak rapih, itu baju yang gw kasih yah?". Misalnya orang tua yang sudah menafkahi anaknya atau istrinya, mengungkit-ngungkit nafkahnya maka sia-sialah amalannya.
3. Sombong dan ujub.
4. Merendahkan orang lain, ketika membandingkan apa yang kita berikan.
5. Ibnul Qayyim menambahkan, Parameter bukan hanya melaksanakan ketaatan, tetapi menjaga hal-hal yang membatalkan amal tersebut.
6. Jika kebaikan antara menyembunyikan kebaikan dan menampilkannya sama, maka merahasiakannya adalah lebih baik. kecuali syiar.

QS. Al:Baqarah 2:271

اِنْ تُبْدُوا الصَّدَقٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۚ وَاِنْ تُخْفُوْهَا وَتُؤْتُوْهَا الْفُقَرَاۤءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۗ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِّنْ سَيِّاٰتِكُمْ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya: "Jika kamu menampakkan sedekah-sedekahmu, maka itu baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu dan Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan."

  1. Implementasi
    1. Ulama merekomendasikan setelah beramal ambil ingatan anda dan buang ke laut (lupakan)
    2. Bagi yang memberi lupakan amal yang dilakukan, bagi yang menerima senantiasa bersyukur. Tidak bersyukur kepada Allah ﷻ orang yang tidak bersyukur kepada manusia.
    3. Senantiasa muhasabah diri atas amal yang dilakukan, sehingga tidak ada ruang untuk ujub dan sombong
    4. Setelah beramal lanjutkan ke amal berikutnya.

QS. Al:Insyirah 94:7

فَاِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْۙ

Artinya: "Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),"

5. Jangan terbawa atas orang yang memuji, yang penting Allah ﷻ yang melihat. Serahkan kepada Allah ﷻ semoga Allah ﷻ menerima amal kita.
6. Menjaga amal rahasia lebih diutamakan, kecuali untuk syiar.
1. Az Zubair bin Al ‘Awwam mengatakan, “Barangsiapa yang mampu menyembunyikan amalan sholihnya, maka lakukanlah.”
2. Ibnul Qayyim menambahkan, sesungguhnya ada seorang yang punya amal rahasia yang hanya diketahuinya dan Allah ﷻ , dan amal ini disimpan dalam diwan catatan amal shaleh rahasia. Sewaktu orang tersebut menceritakan kepada orang lain maka catatan itu akan pindah (turun level.)

Rangkuman Sabar dalam Ketaatan

  1. Sabar sebelum beribadah
    1. Sabar dalam menyiapkan niat kita.
    2. Menjauhi faktor ria.
    3. Membualatkan tekad / keinginan yang kuat (hazm) untuk melakukannya.
  2. Sabar sedang beribadah
    1. Sabar untuk menjauhi hal yang merusak amal
    2. Sabar dalam keikhlasan
    3. Sabar dalam menghadirkan hati
    4. Sabar dalam mengingat Allah ﷻ Yang memberi perintah
  3. Sabar setelah beribadah
    1. Sabar dari hal yang membatalkan amal. Mengungkit amal, All Surah#QS. Al Baqarah 2 264
    2. Sabar untuk tidak mengagumi amal: Ujub, sombong, merendahkan orang lain.
    3. Sabar untuk menjaga amal rahasia dan keikhlasan kita.