Sifat jujur dan dapat dipercaya

Meta Data Kajian

Catatan Kajian

Hadits Pertama

Dari Abu ‘Abdir-Rahman ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Nabi ﷺ menuturkan kepada kami, dan beliau adalah ash-Shadiqul Mashduq (orang yang benar lagi dibenarkan perkataannya), beliau bersabda,

”Sesungguhnya seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari dalam bentuk nuthfah (bersatunya sperma dengan ovum), kemudian menjadi ‘alaqah (segumpal darah) seperti itu pula. Kemudian menjadi mudhghah (segumpal daging) seperti itu pula. Kemudian seorang Malaikat diutus kepadanya untuk meniupkan ruh di dalamnya, dan diperintahkan untuk menulis empat hal, yaitu menuliskan rizkinya, ajalnya, amalnya, dan celaka atau bahagianya. Maka demi Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga, sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli neraka, maka dengan itu ia memasukinya. Dan sesungguhnya salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka, sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal sehasta, tetapi catatan (takdir) mendahuluinya lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka dengan itu ia memasukinya”. [Diriwayatkan oleh al Bukhari dan Muslim]

Referensi : https://almanhaj.or.id/12017-proses-penciptaan-manusia-dan-ditetapkannya-amalan-hamba.html

  • Bahwa Nabi ﷺ diakui seorang yang jujur dan dipercaya oleh para sahabat dan orang-orang sekitar

Sifat jujur dan amanah Nabi ﷺ

  1. Sahabat dan murid bahkan lawan dan musuh pun mengenal Nabi ﷺ sebagai orang yang jujur dan dipercaya
  2. Banyak orang pedagang quraiys walaupun mereka membunuh karakter Nabi ﷺ , mereka tetap menitipkan barang / harta mereka kepada Nabi ﷺ
  3. Bisa-bisanya musuh menitipkan barangnya kepada pihak yang mereka tidak sukai. Fakta unik sejarah.
  4. Menjadi jujur dan dapat dipercaya ada modal penting dalam kehidupan. Evaluasi diri apakah kita sudah menerapkan sifat ini.
  5. Kedua sifat ini kebalikan dari sifat khianat
  6. Nabi ﷺ bersabda, "Sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa ke surga". (HR. Bukhari dan Muslim).
  7. Nabi ﷺ bersabda, “Tidak ada iman bagi orang yang tidak memiliki (sifat) amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janjinya.” (HR. Imam Ahmad)
  8. Dari Al-Ahnaf, "Bagi orang berbohong tidak ada kesetiaan".
  9. Dari Auf bin Nu'man رضي الله عنه di masa Jahiliyyah berkata: “Seorang mati kehausan itu jauh lebih baik daripada dia mengingkari janjinya".