Takut kepada Allah menghasilkan dua surga
Meta Data Kajian
- Pemateri: Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc
- Materi: Riyadush Shalihin
- Sub Materi: BAB 50 | Al-Khauf (rasa takut kepada Allah)
- Tanggal: 2025-12-16T00:00:00.000+07:00
- Link Kajian: https://www.youtube.com/watch?v=ntCCaHYCyW8
Catatan Kajian
Kajian ini berfokus pada bab Khauf (Rasa Takut) dalam kitab Riyadhus Shalihin, khususnya menafsirkan firman Allah:
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ
"Dan bagi siapa yang takut kepada saat menghadap Tuhannya, maka baginya dua surga." (Q.S. Ar-Rahman: 46)
1. Hakikat "Takut" yang Menghasilkan Dua Surga
-
Definisi Takut: Rasa takut yang dimaksud adalah takut akan maqam Rabbih (saat menghadap Allah/Rabb pada hari kiamat).
-
Kelaziman (Kausalitas): Menurut Syekh Bin Baz, rasa takut kepada Allah yang jujur dan tulus (
khauf sodiq) akan melahirkan kelaziman berupa tiga amal:-
Mengerjakan Perintah Allah (
Faraid). -
Menjauhi Larangan Allah (
Maharim). -
Bersegera dalam mengerjakan kebajikan (
Musara'ah).
-
-
Implikasi Dua Surga: Seseorang mendapatkan dua surga yang tinggi dan agung sebagai hasil dari ketaatan dan kesegeraannya dalam beramal, yang didorong oleh rasa takut tersebut.
2. Perbedaan Takut kepada Allah dan Takut kepada Makhluk
Rasa takut kepada Allah sangat berbeda dengan takut kepada makhluk, karena memiliki dampak yang berlawanan:
| Aspek | Takut kepada Makhluk (Manusia/Atasan) | Takut kepada Allah (Khauf Sodiq) |
|---|---|---|
| Produktivitas | Membuat tidak produktif, kerja berantakan, dan kurang kreatif. | Sangat Produktif: Mendorong mengerjakan perintah dan bersegera dalam kebaikan. |
| Objektivitas | Membuat seseorang tidak objektif, hanya fokus menyelamatkan diri. | Sangat Objektif: Membuat seseorang mampu menahan hawa nafsu sehingga ia objektif dan kritis. |
| Kemampuan Diri | Menekan, membuat tertekan, dan menghambat ide/kemampuan terbaik. | Mengontrol Hawa Nafsu: Merupakan salah satu kekuatan terbesar yang bisa mengontrol hawa nafsu. |
3. Kekuatan Takut dalam Mengontrol Hawa Nafsu
-
Penyebab Hilangnya Kontrol: Seringkali kesulitan mengontrol hawa nafsu (misalnya, malas ibadah atau melakukan larangan) adalah karena kurangnya rasa takut kepada Allah.
-
Hawa Nafsu Hilang Saat Takut: Secara umum, rasa takut yang besar mampu menghilangkan nafsu atau syahwat. Contohnya, pada hari kiamat, walau seluruh laki-laki dan wanita dibangkitkan telanjang di satu tempat, tidak ada satu pun yang tertarik melihat satu sama lain karena dahsyatnya kengerian hari itu (rasa takut) [Lihat Hadits Aisyah].
-
Menghasilkan Soft Skill: Rasa takut yang benar (yang kemudian bersatu dengan rasa cinta dan harap) akan melahirkan soft skill yang luar biasa dalam kehidupan, seperti objektivitas, berpikir kritis, kreativitas, dan inovasi.
4. Kesimpulan
Klaim rasa takut kepada Allah adalah dusta jika seseorang lalai mengerjakan ketaatan atau senantiasa mengerjakan maksiat tanpa diiringi taubat dan istighfar. Rasa takut yang benar adalah yang mewajibkan pelakunya untuk beramal saleh.