Mengingat manusia adalah penyakit - 4 Syarat Istri bebas memilih pintu surga
Meta Data Kajian
- Pemateri: Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, Lc
- Materi: Riyadush Shalihin
- Sub Materi: Sesi Tanya Jawab
- Tanggal: 2026-05-15T00:00:00.000+07:00
- Link Kajian: https://www.youtube.com/watch?v=cAOPl7o7iSg
Catatan Kajian
- Jangan lupa membaca Al-Kahfi, perbanyak shalawat, menjaga shalat Jum'at, dan perbanyak berdo'a di sore hari.
Apakah munculnya trauma atas kejadian 1 tahun lalu karena lemahnya Iman
- Setiap penyakit ada ahlinya. Sebagaimana sakit fisik seperti paru-paru ada dokter ahlinya, pun penyakit mental.
- Obat yang paling mujarab adalah iman kepada Allah ﷻ sampai iman kepada takdir yang ditetapkan Allah ﷻ
- Memperbaiki kerangka berpikir bahwa semua sudah tercatat di Lauhul Mahfuzh, bukan sekedar kasualitas sesuatu yang sudha terjadi
- Memperbanyak do'a kepada Allah ﷻ .
- Pada dasarnya trauma adalah mengingat perlaku manusia. Padahal para ulama sudah memberi keterangan:
- Mengingat manusia adalah penyakit dan mengingat Allah ﷻ adalah obatnya.
- Para expert bilang cara mengobatinya adalah dengan mengubur trauma itu dengan memori-memori baik. Maka mengingat Allah ﷻ adalah memori yang terbaik.
- Lakukan tindakan preventif, ingat Allah ﷻ tidak hanya pada saat trauma muncul. Melainkan berdzikir setiap waktu, contohnya dengan merutinkan baca dzikir pagi dan petang.
- Dalam mencari pasangan, cari yang memiliki karakter menyayangi kita.
Nabi ﷺ bersabda dengan 4 syarat ini, istri bisa masuk surga dari pintu yang mana saja, tetatapi bagaimana bagi wanita belum menikah atau yang ditinggal wafat suami.
- Nabi ﷺ bersabda “Jika seorang istri menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan kepadanya, “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”.” (HR. Ahmad)
- Bagi yang belum menikah:
- Ini hadits yang memotivasinya untuk menikah dan untuk tidak salah memilih suami
- Pahami bahwa patuh dan taat bukan tips sederhana, ini adalah masalah paling tua dialami manusia. Bukankah Nabi Adam diusir dari surga karena tidak taat.
- Terlebih jika saat istri sudah hilang respect pada suami yang underperform. Pelik menghadapi suami yang walaupun baik tapi salah membuat keputusan, apalagi yang tidak baik.
- Bagi yang sudah menikah:
- Performa dinilai pada saat bersama suami (belum wafat)
- Bagi laki-laki pantaskan diri kita agar menjadi layak untuk dipatuhi.