Nikmat Waktu - yang rawan dilalaikan

Meta Data Kajian

Catatan Kajian

Hadits 412

  • Hadits Abu Barzah Nadhlah bin Ubaid Al-Aslami -Radhiallahu anhu Dari Abu Barzah Nadhlah bin Ubaid al-Aslami Radhiallahu 'anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
  • لا تَزُولُ قَدمَا عبْدٍ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَ أَفْنَاهُ ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيم فَعَلَ فِيهِ ، وعَنْ مالِهِ منْ أَيْنَ اكْتَسبهُ ، وَفِيمَ أَنْفَقَهُ ، وَعَن جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلاهُ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح .
  • "Tidak akan beranjak kedua telapak kaki hamba pada Hari Kiamat sehingga dia ditanya tentang umurnya, untuk apa dia dihabiskan, tentang ilmunya dalam apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia mendapatkannya dan untuk apa dia belanjakan, dan tentang badannya dalam hal apa ia gunakan hingga usang (tua)." (HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata, "Hadits hasan shahih")

Nikmat Waktu - yang rawan dilalaikan

  1. Nikmat waktu adalah inti dari kenikmatan dan berpotensi menjadi menjadi sumber kehancuran.
  2. Ibnul Qayyim memberi keterangan, semua kelalaian bersumber dari 2 kelalaian
    1. Lalai Hati
    2. Lalai Waktu
  3. Teman anda = waktu anda. Salah satu yang mempengaruhi dari melalaikan waktu adalah lingkungan dan teman.
    1. Bersama teman yang melalaikan waktu, maka kita akan terbawa tidak produktif.
    2. Nongkrong yang harusnya cukup 1 jam, bisa sampai 4 jam atau lebih.
    3. Belum lagi dengan topik obrolan yang bisa mengandung maksiat
  4. Al-Imam As-Sa'di memberi keterangan, sibuk mengurusi orang (pun mubah / tidak harus dosa) akan membuat kita menyia-nyiakan urusan-urusan yang lebih strategis.
  5. Seorang yang menghadapi kematian, yang diminta mereka adalah extra time.

QS. Al:Mu'minun 23:99

حَتّٰٓى اِذَا جَاۤءَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُوْنِ ۙ

Artinya: "(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, “Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia),"

QS. Al:Mu'minun 23:100

لَعَلِّيْٓ اَعْمَلُ صَالِحًا فِيْمَا تَرَكْتُ كَلَّاۗ اِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَاۤىِٕلُهَاۗ وَمِنْ وَّرَاۤىِٕهِمْ بَرْزَخٌ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ

Artinya: "agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan."