Tidak boleh merendahkan diri sendiri

Meta Data Kajian

Catatan Kajian

QS. Al:Baqarah 2:216

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ ࣖ

Artinya: "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

3. Buruk sangka kita kepada Allah ﷻ sering dimulai dari kesoktahuan kita. Kita dalam memprediksi hari esok pun selalu jauh dari 100%, apalagi menyamai ilmu Allah ﷻ
4. Menakjubkannya seorang Muslim, semua perkara nya baik dan yang terbaik.
5. Lalu jangan putus asa dari rahmat Allah ﷻ . Ketika dalam melakukan kesalahan pun, Allah ﷻ berfirman

QS. Az:Zumar 39:53

۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Artinya: "Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."

6. Evaluasi dalam memilih kerja. Pilihlah apa saja asalkan halal
7. Dari Umar bin Al Khoththob radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
1. ”Seandainya kalian betul-betul bertawakkal pada Allah, sungguh Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung mendapatkan rizki. Burung tersebut pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali sore harinya dalam keadaan kenyang.”
8. Seringkali yang dituju adalah validasi manusia. Maka jagalah keikhlasan, beriman pada takdir, dan bertawakkal kepada Allah ﷻ

Menolak naik jabatan apakah kufur nikmat dan merendakan diri?

  1. Tidak boleh merendahkan diri sendiri
    1. Diriwayatkan dari Hudzaifah ibnu Yaman r.a, ia berkata, “Rasulullah saw. pernah bersabda, ‘Tidak pantas seorang mukmin menghinakan dirinya.’ Para sahabat bertanya, ‘Bagaimana ia menghinakan dirinya?’ Beliau menjawab, ‘Ia menghadang cobaan padahal ia tidak sanggup menghadapinya’,” (Hasan lighairihi, HR at-Tirmidzi [2254] dan Ibnu Majah [4016]).
    2. Dampak kita mengambil cobaan / amanah tanpa kita memiliki skilll / kemampuan, maka kita akan menjadi celaan orang, akan salah dst.
    3. Para ulama menjelaskan, Barangsiapa berbicara di bukan bidangnya, dia akan menyampaikan dan melakukan keajaiban demi keajaiban (sarkas)
  2. Manusia diciptakan lemah
    1. Salah satunya adalah dalam hal tekad, perasaan bahwa dia tak mampu padahal dia mampu. Mereka tidak memiliki hazm.
    2. Ikuti prosedur pengambilan keputusan Nabi ﷺ yaitu dengan istikharah dan bermusyawarah dengan ahlinya.
  3. Ada posisi-posisi yang hukumnya fardhu khifayah
    1. Jika kita punya kapasitas dan kita menolak, lalu yang mendapat posisi adalah yang tidak berkapasitas. Maka kita akan bertanggung jawab.